Sate lalat pamekasan madura

Sate Lalat Pamekasan; Sedap dan Ekonomis

visitmadura.id – Hai, Sobat visitmadura.id, jika mampir ke Pamekasan, Madura, anda tak boleh melewatkan untuk mencicipi kuliner unik bernama sate lalat atau sate laler. Dinamai sate lalat bukan karena sate ini terbuat dari lalat, melainkan karena ukurannya yang kecil-kecil mirip lalat. Jadi bukan termasuk makanan yang ekstrem ya.

Sebenarnya sate ini tak berbeda jauh dengan sate Madura kebanyakan, kuahnya menggunakan kuah kacang kental dan daging yang digunakan adalah daging ayam.

Sate Lalat sama dengan sate-sate lainnya yakni daging sapi, kambing, ataupun ayam serta kelinci melainkan potonganya saja yang kecil-kecil menyerupai lalat. Orang pertama kali yang mengembangkan Sate Lalat ini adalah P. Ento, beliau berjualan dengan mengunakan alat-alat tradisional. Tidak mengunakan gerobak, tetapi menggunakan anyaman bambu lalu dipikul keliling kampung.

Sate lalat madura pamekasan
Seorang pedagang sate lalat sedang menjajakan dagangannya (dok/visitmadura.id)

Kedai sate lalat yang cukup terkenal di Pamekasan ada di Jalan Niaga. Lokasinya berada di kawasan warung tenda Sae Selera. Satu porsi sate lalat biasanya berisi 20 tusuk sate plus lontong. Harganya cukup miring seperti warung tenda kebanyakan.

Dalam satu tusuk sate biasanya berisi 3 sampai 5 potong daging. Karena potongannya lebih kecil sate lalat menggunakan lidi bukan bambu agar potongan daging tidak mudah rusak saat ditusuk. Ciri khas Sate Lalat terletak pada bumbu kacangnya yang berbeda dengan bumbu sate lainnya. Sate Lalat tidak menggunakan kacang goreng tapi menggunakan kacang yang sebelumnya telah disangar atau disangrai. Kemudian dimasak dengan air setelah itu baru dihaluskan. Irisan daging kecil-kecil membuat bumbu lebih meresap sehingga rasanya gurih dan nikmat.

Agar tidak mudah gosong, sate yang telah ditusuk sebelumnya dicelupkan ke dalam minyak goreng. Proses pemanggangan juga tidak bisa dilakukan terlalu lama. Bahkan terkadang untuk menciptakan aroma yang khas dan nikmat penjual Sate Lalat seringkali membuat kecapnya sendiri. Bila sepuluh tusuk sate biasa sudah cukup, porsi Sate Lalat bisa sampai 20 hingga 30 tusuk dengan pendamping lontong atau nasi. Biasanya warung sate dikawasan kuliner Saesalera buka mulai sore hingga malam hari. Harga seporsi Sate Lalat dibandrol sekitar Rp 9.000 dan Rp 11.000 bila menggunakan lontong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *