nasi jajan, nasi khas pamekasan, kuliner madura

Nasi Jajan Pamekasan yang Gurih dan Legit

visitmadura.id – Nase’ jajhan (Nasi jajan) sering dinikmati oleh warga Pamekasan sebagai sarapan. Kuliner ini mirip dengan nasi campur yang sering kita temui dimana-mana. Terdiri dari nasi, daging dimasak bumbu merah, telur kuah petis, dendeng serundeng, acar dan sambal. Dibungkus dengan daun pisang yang menamba aroma dan tidak mengubah rasa walaupun dibawa sebagai bekal perjalanan ke luar kota.

Nasi Jajan khas Pamekasan (dok/visitmadura.id)

Ketika anda sedang travelling di Madura, so, jangan lewatkan untuk mencicipi nasi tersebut. nasi Jajan memiliki beberapa lauk di antaranya, telor, daging semur, dan dendeng sapi. Ditambah dengan acar, perkedel, dan sambal goreng kentang kering semakin melengkapi rasa nasi khas Pamekasan ini. Untuk kuahnya memakai kuah petis santan atau kuah semur.

Sebenarnya, nasi Jajan sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Madura, khususnya masyarakat Pamekasan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, citra nasi jajan ini kembali terangkat ke dunia kuliner Madura. Jika anda ingin mencicipi nasi Jajan khas Pamekasan ini, anda bisa mendapatkannya di tiga lokasi yang berbeda. Pertama, sebelah barat pasar Gaden, kemudian di jalan Jokotole (sebelah timur gereja) dan terakhir di desa Murtajih (selatan pasar Pao).

Seseorang sedang menikmati kelezatan Nasi Jajan di salah satu titik di Pamekasan (dok/visitmadura.id)

Sepintas nasi jajan ini mirip dengan nasi krawu khas Gresik biasa juga disebut dengan Nasi Madura di beberapa tempat. Berbeda dengan nasi buk yang juga khas Madura. Nasi jajan identik dengan daun pisang sebagai bungkusnya meskipun saat ini rerata sudah menggunakan kertas minyak.

Nasi jajan ini lauknya terdiri dari serundeng kelapa kering, sambal goreng kentang, dendeng sapi kering, daging sapi dengan kuah semurnya serta telur petis berikut kuahnya, bisa dibilang inilah nasi campur ala Pamekasan Madura.

  • Harga    : Rp7.000 – Rp15.000 per porsi.
  • Lokasi    : Daerah Kelurahan Parteker Pamekasan sebenarnya tersebar di penjuru Kota Pamekasan dan mudah ditemui (tersedia hanya jam-jam sarapan).

Adapun resep nasi jajan khas Pamekasan yang penting adalah telurnya tidak memakai petis, seperti yang banyak dikira orang. Adapun bahan-bahannya sebagai berikut:

Bahan:

  • 800 g nasi putih
  • Kerupuk ikan yang kecil-kecil
  • Dendeng manis siap santap
  • Sambal terasi
  • Daun pisang

Telur kare:

  • 500 ml santan, dari 1½ butir kelapa parut
  • 4 lembar daun jeruk purut
  • 6 butir telur, rebus, kupas
  • Bumbu telur, haluskan:
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit, kupas
  • 2 cm jahe, kupas
  • 2 butir kemiri
  • 1 sdt garam

Serundeng:

  • 1 butir kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang
  • 2 batang serai, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 2 cm lengkuas, memarkan

Bumbu serundeng, haluskan:

  • 5 buah cabai merah besar
  • 10 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sdm ketumbar sangrai
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdt garam

Cara Membuat:

  1. Telur kare: Rebus santan, bumbu halus, dan daun jeruk di atas api kecil sambil diaduk hingga mendidih. Masukkan telur, masak hingga kuah mengental. Angkat. Sisihkan.
  2. Serundeng: Sangrai semua bahan di atas api kecil sekali hingga kuning kecokelatan. Angkat, buang serai, daun jeruk, jahe, dan lengkuas. Sisihkan kelapanya.
  3. Tumis bumbu serundeng hingga harum. Masukkan kelapa sangrai, aduk hingga benar-benar kering. Sisihkan.
  4. Sajikan nasi disertai telur kare, serundeng, kerupuk ikan, dan dendeng.(f)

Untuk 6 porsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *