Kota Tua Kalianget; Arsitektur Misterius Peninggalan Kolonial

visitmadura.id – Kota tua Kalianget Sumenep Madura dibangun pada masa VOC. Untuk membangun kekuatannya kongsi dagang tersebut tak kehilangan akal, akhirnya pihak VOC pun membangun Benteng di daerah Kalimo’ok dikarenakan lokasinya yang cenderung tinggi dari lingkungan sekitar. Benteng tersebut dibangun pada tahun 1785. Seiring dengan dibangunnya daerah pertahanan tersebut, pemukiman-pemukiman orang Eropa mulai menyebar di daerah Marengan dan Pabean, hal tersebut bisa kita lihat pada modelarsitektural bangunannya yang cenderung terpengaruh kebudayaan Indisch. Kebudayaan Indisch di Indonesia berkembang pada abad 17-18.

Setelah kongsi dagang VOC dibubarkan, maka Pemerintah Hindia Belanda mengambil alih kekuasaan dari kongsi dagang tersebut dalam berbagai hal termasuk juga dalam pengelolaan lahan Pegaraman yang ada di Sumenep. Untuk memperkuat posisi ekonomi dan politik pemerintah Hindia Belanda di Sumenep, maka pada tahun 1899, pihak pemerintah membangun Pabrik Garam Briket Modern, pertama di Indonesia. Disinilah berbagai fasilitas pendukung industri tersebut dibangun, tak hanya bangunan pabrik, fasilitas Listrik yang terpusat di Gedung Sentral, Lapangan Tenis, Kolam renang, Bioskop, Taman Kota, hingga pemukiman bagi pegawai dan karyawan mulai tersebar di kawasan ini. hal ini sebagai bukti bahwa pemerintah Hindia – Belanda kala itu dengan kuatnya memonopoli hasil garam yang ada di Madura.

Kota dulunya menjadi pusat produksi dan distribusi garam bagi kolonial Belanda, fakta tersebut dapat dilihat dari jejak jejak bangunan peninggalan belanda yang masih kokoh berdiri di hingga saat ini, gedung bioskop, kolam renang (kamar bola), lapangan sepakbola, lapangan tennis dan volly serta berderet – deret dengan arsitektur khas eropa yang hingga saati ini masih terawat. Kawasan ini berada dalam satu kawasan dengan Pelabuhan Tua Kalianget sebagai jalur lalu lintas utama perdagangan waktu itu.

Fasilitas dan bangunan tersebut menjadi saksi bisu bahwa kalianget dulunya merupakan kota moderen yang di bangun oleh belanda sebagai pusat produksi dan distribusi garam sehingga melatar belakangi julukan pulau garam yang disematkan kepada pulau Madura.

Kalianget dikembangkan menjadi kota dikarenakan letaknya yang sangat strategis dan merupakan bandar pelabuhan tersibuk di selat Madura. Pelabuhan tertua di Sumenep adalah pelabuhan Kertasada, lataknya sekitar 10 km dari pusat kota Sumenep. Ketika Sumenep jatuh ke tangan VOC pada tahun 1705, VOC mulai membangun sebuah benteng yang terletak di Kalianget barat, namun dikarenakan posisinya yang kurang strategis dan berbatasan langsung dengan laut selat Madura, Benteng tersebut urung dibangun, maka oleh masyarakat sekitar daerah tersebut dikenal dengan nama “Loji Kantang”

Kota tua Kalianget letaknya di sebelah timur kota Sumenep, di sini para pengunjung bisa melihat peninggalan-peninggalan Pabrik garam, Arsitektur Kolonial dan beberapa daerah pertahanan yang dibangun pada masa VOC dan diteruskan oleh Pemerintahan Hindia Belanda pada masa Kolonial menjajah wilayah Sumenep. Kalianget di kembangkan menjadi kota dikarenakan letaknya yang sangat strategis dan merupakan bandar pelabuhan tersibuk di selat Madura.

Di kota tua ini kita bisa menemukan beberapa peninggalan sejarah yang pernah di bangung oleh Kolonial Belanda, seperti Pabrik Garam Briket Modern pertama di Indonesia yang dibangun tahun 1899, Lapangan Tenis, Kolam renang, bioskop  Taman Kota, hingga pemukiman bagi pegawai dan karyawan untuk pabrik garam kala itu. Selain menjadi peninggalan bersejarah saat ini, bangunan-bangunan tersebut juga menjadi bukti dari betapa kuatnya pemerintah Hindia – Belanda memonopoli hasil garam yang ada di Madura.

Untuk menuju Kota Tua Kalianget bagi anda yang ingin pergi menuju ke Kota Tua Kalianget, anda bisa memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, anda bisa melalui jembatan Suramadu lalu arahkan kendaraan anda langsung ke Sumenep. Sesampainya di sana anda bisa mengikuti papan penunjuk jalan yang ada untuk bisa sampai ke Kota Tua Kalianget.

Untuk lebih mudahnya Anda juga bisa langsung menghubungi Phone/Wa: 082299091170

sumber: lontarmadura.com

 

2 thoughts on “Kota Tua Kalianget; Arsitektur Misterius Peninggalan Kolonial”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *