"Kerrong ka Omba'"

Buku “Kerrong ka Omba'”; Memotret Keseharian Orang Madura

Oleh: A Dardiri Zubairi*

visitmadura.id – Buku kumpulan cerpen berbahasa Madura “Kerrong ka Omba’” (Rindu Omba’) ini saya peroleh langsung dari penulisnya, Mat Toyu.

Senang sekali saya menerimanya. Alasan pertama, karena cerpen ini mengangkat kesehariaan hidup orang-orang desa di Madura -dan karena itu orang kecil- yang dieksplor oleh Mat Toyu menjadi cerita yang enak dibaca.

Kedua, 17 cerpen ini berbahasa Madura. Inilah kelebihannya. Jarang sekali orang Madura menulis Madura dalam bahasa Madura. Setahu saya, sekaliber bapak Abdul Hadi WM dna Kiai D. Zawawi Imron tak pernah menulis dalam bahasa Madura. Mat Toyu pengecualian. Anak muda ini konsisten menulis dalam bahasa Madura, meski rela dianggap tak gaul.

Dalam salah satu ceritanya berjudul “Arembang” Mat Toyu berhasil memotret hidup buruh tani di Madura yang umumnya menyewa tanah dari tuan tanah dan membeli air untuk mengairi sawahnya dari pemilik bor yang umumnya juga milik orang kaya. Bisa dibayangkan, tanah nyewa, bibit beli, pupuk beli, air beli dsb, seberapa hasil produksi yang bisa diharap oleh buruh tani ini?

Membaca buku ini seperti membaca diri sendiri sebagai orang Madura. Menarik. Saya rekomendasikan bagi orang Madura, “negeri” maupun “swasta”. Apalagi buku ini baru mendapat anugerah sastera Rancage di tahun 2020 ini.

*Bekerja di Kompolan Tera’ Bulan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *